Jalur Pedestrian yang Ideal

Sebelum lanjut ke artikelnya, mau nanya nih. Menurut anda semua, pedestrian path atau jalur pejalan kaki yang ideal itu yang kayak gimana sih?

Nah, pasti banyak banget versi kan ya. Apaja juga awalnya mau tau kalau jalur pedestrian yang ideal tuh gimana sih. Setelah melakukan beberapa riset ke berbagai sumber, akhirnya ketemu beberapa.

Mau tau? Ini dia..

  1. Idealnya, 7000 km Ruas Jalan di Jakarta Harus Dilengkapi Trotoar

Karena menurut beberapa pengamat lingkungan, kota yang memiliki banyak trotoar dan ruang hijau adalah kota yang sehat. Oh iya, 7000 km itu harus benar-benar bersih dan diberikan untuk pejalan kaki juga disediakan jalur untuk pengendara sepeda.

Di Jakarta sendiri, dari total ruas jalan yang ada, saat ini baru sekitar 400 km yang punya jalur trotoar. Itu pun, masih belum berfungsi dengan baik.

2. Jalur Pedestrian ya Buat Pejalan Kaki

Namanya aja jalur pedestrian, yang pasti pengguna utamanya adalah pejalan kaki. Harusnya sih gak boleh diisi sama yang lainnya seperti pedagang kaki lima atau dilewati sama kendaraan semacam motor. Di Jakarta sendiri, meskipun di beberapa trotoar sudah dipasang penghalang supaya motor dan gerobak PKL gak bisa masuk, tetap aja tuh banyak PKL yang dagang dan motor yang lewat. Hmm..

3. Idealnya Jalur Pedestrian Bisa Digunakan Semua Orang.

Maksudnya semua orang adalah juga bisa digunakan sama kaum disabilitas. Jadi, di trotoarnya itu dilengkapi jalur untuk kaum disabilitas. Di beberapa tempat, kayak di Jakarta dan Tangerang, bisa dengan mudah ditemukan trotoar yang dilengkapi fasilitas untuk kaum disabilitas, cuma ya itu tadi, gak bisa dipake karena dilewatin motor dan dipake dagang.

4. Idealnya, Jalur Pedestrian itu Punya Lebar Minimal 3 meter.

Kenapa harus 3 meter? Jadi kalo ada dua orang yang berpapasan bisa jalan leluasa, gak harus tabrakan bahu. Sebenarnya ada standar lain jika emang lebarnya gak bisa mencapai 3 meter. Paling gak, lebar jalur pedestrian itu bisa memenuhi standar 5 kaki (1 kaki = 24,5 cm). Selain lebar, jalur pedestrian juga harus rata dan memiliki tinggi 10 cm dari permukaan jalanan. Ada juga yang bilang tinggi jalur pedestrian baiknya 30 cm dari permukaan jalanan agar kendaraan bermotor tidak bisa lewat. Namun pertimbangan 10 cm adalah supaya kaum disabilitas punya kemudahan dalam menggunakan jalur trotoar.

5. Idealnya, Jalur Pedestrian itu Tidak Berlubang, Teduh dan Terang

Yang ini sih harus banget. Kan ngeganggu banget ya kalo lagi jalan enak-enak eh tiba-tiba jatuh atau terkilir gara-gara trotoarnya punya banyak lubang. Soal teduh itu juga penting. Karena pasti bakalan banyak orang yang mau jalan kaki menggunakan jalur trotoar kalo jalurnya itu ditanami pepohonan besar yang bikin pengguna trotoar terhindar dari cahaya matahari. Dan terakhir, trotoar yang ideal itu harus terang di malam hari. Selain nyaman, faktor keamanan juga jadi terjamin kalo trotoarnya memiliki penyinaran yang cukup dari lampu jalanan. Kalo gelap kan ngeri juga.

Kurang lebih itu dia info soal jalur pedestrian yang ideal. Ada yang mau tambahin?

Terus update informasi soal keadaan lalu lintas dan angkutan umum, tengok Apaja di Facebook sama di Twitter, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *