Metro Kapsul, Transportasi (Harapan) Masa Depan

Tampilan Metro Kapsul dari depan

Tampilan Metro Kapsul dari depan

 

Semua orang berlomba-lomba memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sesuatu yang berguna bagi orang banyak. Kali ini, inovasi muncul dari Subang dengan Metro Kapsulnya.

Metro Kapsul merupakan transportasi publik berbentuk kapsul yang berjalan di atas trek khusus dari beton dengan roda ban karet, namun digerakkan dengan tenaga listrik seperti halnya kereta commuter. Yang membanggakan adalah kendaraan mutakhir ini diciptakan oleh anak bangsa, yaitu para insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan hampir semua bagian dari program pengujian dibuat dari komponen lokal.

 

Metro Kapsul dalam proses pembuatan

Metro Kapsul dalam proses pembuatan

 

Kendaraan berbentuk unik ini sebenarnya hampir sama dengan bus. Ia memiliki 8 roda namun digerakkan oleh listrik dengan trek khusus di atas beton layang (elevated) di ketinggian 6 meter. Trek dibuat untuk 2 arah dengan lebar masing-masing 2,2 meter dan tiang berdiameter 1 meter yang dibangun setiap jarak 25 meter. Trek dipisahkan jarak selebar 80 cm.

Kapsul berukuran lebar 2,2 meter dan panjang 9 meter ini bisa mengangkut 50 penumpang sekali jalan. Dalam sekali perjalanan, setidaknya ada 4-5 Metro Kapsul yang berjalan beriringan sehingga bisa mengangkut setidaknya 200-250 penumpang. Metro Kapsul berjalan dengan kecepatan normal 40 km per jam dengan kecepatan maksimum hingga 80 km per jam. Metro Kapsul ini direncanakan berhenti pada setiap halte dengan jarak antar halte sejauh 1 km.

 

Kiri: Jalur Metro Kapsul, Kanan: Tampilan dalam Metro Kapsul

Kiri: Jalur Metro Kapsul, Kanan: Tampilan dalam Metro Kapsul

 

Ajaibnya, Metro Kapsul memiliki teknologi bisa berjalan tanpa masinis karena dikendalikan dari pusat kontrol. Meski berjalan dalam rangkaian, Metro Kapsul ini tidak saling tersambung antar kapsul. Setiap unit kapsul dilengkapi dengan 3 sensor sehingga bisa menjaga jarak untuk menghindari tabrakan, baik saat berjalan maupun saat berhenti di halte.

Kendaraan yang memberikan harapan bagi transportasi ini sudah dilirik oleh 5 daerah seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, Bandung, dan Batam. Dibandingkan LRT dan MRT, biaya pembangungan Metro Kapsul ini ternyata lebih murah yaitu sekitar Rp200 miliar per kilometer. Sedangkan MRT dan LRT menelan biaya Rp900 miliar dan RP500 miliar. Biaya yang murah ini dikarenakan ukurannya yang ringan.

Daya tampung penumpang transportasi yang modern ini juga lebih banyak dibandingkan yang lainnya. Metro Kapsul mampu menampung 19.000 orang per jam, sedangkan LRT menampung 16.000 orang per jam.

Metro Kapsul di Malaysia

Metro Kapsul di Malaysia

 

Sebenarnya angkutan publik seperti Metro Kapsul dengan roda ban karet yang berjalan di atas trek beton yang digerakkan listrik sudah ada di beberapa negara, seperti Malaysia, Perancis, Singapura. Apapun jenis angkutan umumnya, warga hanya berharap angkutan tersebut dapat memenuhi semua kebutuhan mereka akan transportasi publik.

 

Sumber:

http://finance.detik.com/read/2016/02/04/200317/3135255/4/metro-kapsul-transportasi-massal-masa-depan-made-in-subang

http://www.tabengan.com/15445/etalase-bisnis/2016/02/metro-kapsul-made-in-subang-sudah-dilirik-5-daerah.html/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *