Enrique Penalosa, Bapak Transportasi Umum

enrique

Enrique Penalosa, wali kota Bogota

 

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini. Enrique Penalosa, wali kota Bogota, Kolombia. Ia berprofesi sebagai wartawan, dan politikus sebelum akhirnya menjabat wali kota pada periode 1998-2001 dan kembali terpilih pada periode 2016-2019. Enrique Penalosa sukses membawa perubahan pada layanan transportasi publik dengan memperkenalkan konsep jaringan bus jalur cepat (Bus Rapid Transportation/BRT).

Trans Milenio di Bogota

Trans Milenio di Bogota

Diresmikan pada 2002, sistem bernama Trans Millenio ini secara signifikan bisa menekan tingkat kemacetan lalu lintas sekaligus mampu menyediakan kebutuhan transportasi umum yang cepat di ibu kota Kolombia itu. Hal ini juga yang mengilhami banyak pemerintah kota di manca negara untuk membangun layanan bus jalur tepat atau busway.

Selain mencetuskan BRT, pria yang kini menjabat sebagai kepalaITDP (Institute for Transportation & Development Policy) itu juga mengubah 50 persen jalan raya menjadi jalur sepeda dan pejalan kaki setiap hari Minggu selama beberapa jam bagi kendaraan pribadi. Tujuannya untuk memberi kesempatan bagi warga untuk berekreasi, berolahraga, dan bersepeda di jalan-jalan

Halte dilengkapi tempat penitipan sepeda

Halte dilengkapi tempat penitipan sepeda

utama mengingat terbatasnya ruang terbuka untuk publik di Bogota.

Menurutnya, orang Jakarta masih malu menggunakan sepeda karena dianggap untuk orang miskin. Transportasi publik seharusnya bisa berguna untuk kesejahteraan. Jalan harus memiliki ruang bagi para penggunanya, pejalan kaki, sepeda, bus dan mobil. Harus ada keinginan politik yang kuat dari pemerintah, bukan sekedar teknis.

 

Tata kota di Bogota lebih bersahabat dengan publik

Tata kota di Bogota lebih bersahabat dengan publik

 

blog-lagi

Enrique sangat optimis Jakarta mampu menjadi lebih baik dari pada saat ini. Kuncinya hanya keinginan yang kuat dari pemerintah untuk menjalankannya, seperti yang beliau lakukan pada Bogota. Seperti apa yang ia ungkapkan, “Kita hidup dalam sebuah percobaan. Kita mungkin tidak dapat menyelesaikan masalah ekonomi. Kita mungkin tidak mampu membuat semua orang menjadi kaya seperti orang Amerika. Tetapi, kita bisa mendesain kota kita untuk membuat warga merasa bangga, membuat mereka merasa kaya. Kota yang dapat membuat mereka lebih bahagia.”

Semoga harapan Pak Enrique terhadap Jakarta bisa tercapai dan Jakarta bisa mewujudkan keinginan masyarakatnya untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

 

 

Sumber:

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/104875-transportasi_di_jakarta_mirip_penyakit_kanker

https://en.wikipedia.org/wiki/Enrique_Pe%C3%B1alosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *