Konsep Mixed Use di Jakarta, Perlu atau Tidak?

Mixed use adalah suatu kawasan urban yang dirancang secara terintegrasi dengan kepadatan bangunan yang cukup tinggi dan merupakan kombinasi fungsi lahan yang bersifat campuran. Konsep Mixed use ini berkembang sekitar awal abad ke-19 di Amerika Serikat yang dipelopori oleh Clarence Stein & Clarence Perry, dan di Eropa, khususnya di Perancis oleh Le Corbusier.

Konsep bangunan Mixed use

Konsep bangunan Mixed use

Kawasan Mixed use harus mampu menjadi kawasan mandiri di mana warganya bisa tinggal, bekerja, dan berkreasi di dalam kawasan tersebut. Konsep ini menjadi solusi atas kondisi masa kini yang penuh dengan kesemrawutan seperti kemacetan. Penghuni juga dapat menghemat ongkos transportasi karena jarak antara tempat tinggal dan tempat bekerja yang sangat dekat. Bahkan, konsep ini memungkinkan warganya untuk menggunakan sepeda atau hanya berjalan kaki.

Dengan kondisi jalanan seperti sekarang, Jakarta membutuhkan kemudahan yang ditawarkan konsep Mixed use ini. Tidak hanya  mengoptimalkan penggunaan dan layanan angkutan umum, konsep ini juga dapat meringankan beban infrastruktur kota.

Contoh Mixed use di Pacific Place, Hongkong

Contoh Mixed use di Pacific Place, Hongkong

Jika satu kawasan Mixed use sudah terbentuk, pemerintah hanya perlu menyiapkan angkutan umum di kawasan tersebut karena warganya tidak membutuhkan angkutan umum untuk keluar dari kawasannya. Tidak perlu lagi pembangunan jalan layang atau penambahan ruas jalan karena semua keperluan transportasi sudah diakomodir dalam kawasan masing-masing.

Di masa depan, tren perkotaan akan berubah, tidak lagi masyarakat sub-urban datang dan pergi setiap pagi dan sore hari, melainkan menetap di pusat-pusat perekonomian yang sekaligus dijadikan wilayah permukiman. Konsep ini akan meminimalkan penggunaan energi karena satu kawasan bisa mengakomodasi semua kebutuhan penghuninya. Selain itu, konsep ini juga menjanjikan efisiensi yang lebih baik karena orang bisa tinggal, berbelanja, dan berkantor di satu kawasan sekaligus.

Contoh rancangan konsep kawasan Mixed use

Contoh rancangan konsep kawasan Mixed use

Di Jakarta sendiri, konsep Mixed use sudah diterapkan oleh Central Park, Green Bay Pluit, Ciputra World, Grand Orchard (Hunian Grand Orchard, Mal Kelapa Gading, La Piazza), dan Kemang Village Residence dan The St Moritz. Tidak ingin ketinggalan, Semarang juga mengembangkan konsep ini yang dikenal dengan Sentraland Semarang.  Konsep ini juga sudah diaplikasikan di beberapa negara maju seperti Singapura, Roppongi Hills di Tokyo, Pacific Place di Hongkong, dan Amerika.

Contoh kawasan di Mixed use Ciputra World, Jakarta

Contoh kawasan Mixed use Ciputra World, Jakarta

Idealnya, konsep Mixed use ini dapat diterapkan untuk masyakarat berpenghasilan menengah ke bawah karena pada praktiknya, yang banyak ditemukan saat ini, konsep ini masih diperuntukkan bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *