Jembatan Sarang Lebah

Kemacetan merupakan masalah yang sudah ada sejak dulu hingga sekarang. Pemerintah selalu berusaha untuk mencari solusi terhadap masalah yang selalu membuat kesal semua orang ini. Mulai dari pelebaran jalan, pembangunan jalan tol, jalan layang, hingga MRT yang kini digadang-gadang. Tapi tak satu pun dari solusi bisa menyelesaikan masalah macet.

Di Surabaya, seorang dosen sedang mengembangkan sebuah desain jembatan yang diyakini dapat mengurai masalah kemacetan. Seperti apakah penampakan jembatan itu?

 

Konsep Jembatan Sarang Lebah

Konsep Jembatan Sarang Lebah

 

Oleh penemunya, Ir. Gunawan MTIAI, jembatan ini dinamakan Jembatan Sarang Lebah. Terinspirasi dari bentuk sarang lebah bersegi enam, jembatan ini pun hadir dengan tiga bagian heksagonal yang multifungsi.

Dikatakan multifungsi karena desain ini memiliki jalur utama, sayap atas, bawah, dan kiri-kanan yang dapat dimanfaatkan secara keseluruhan. Sayap kiri-kanan dijadikan sebagai jalur untuk mobil layaknya jalanan biasa. Jalur utama merupakan jalur transportasi air, jika konsep ini bisa diimplementasikan di atas sungai. Sementara itu, sayap atas dapat dimanfaatkan sebagai jalur kereta dan jalur tol layang di bagian tengah. Sayap bawah dari jembatan ini berfungsi sebagai balok induk yang dapat dimanfaatkan juga sebagai jalur utilitas kota, biasanya berupa pipa air dan kabel listrik.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) itu meyakini bahwa jembatan ini memiliki kelebihan sebagai jembatan yang kuat, massif, dan stabil sebagai konsep. Menurutnya, akan lebih menguntungkan jika jembatan ini dapat dibangun di atas sungai karena tidak perlu pembebasan lahan, dan dapat memperdalam dasar sungai. Bahkan, hal ini juga menggiring pada optimalisasi transportasi air di Surabaya.

Saat ini, Gunawan masih mengembangkan desain Jembatan Sarang Lebah ini untuk dapat diimplementasikan. Ia berharap, jembatan yang menelan biaya sebesar Rp500 M per kilometer ini dapat diterima dan didukung oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah kemacetan. Selain fungsional, konsep yang telah mengantongi sertifikat desain industri dari Kemenhukam ini juga memiliki nilai estetika dengan desainnya yang belum ditemui di kota lain.

Benarkah Jembatan Sarang Lebah ini merupakan solusi kemacetan yang selama ini ditunggu-tunggu? Ataukah sama saja seperti solusi-solusi sebelumnya? Perlukah Jakarta mengadopsi konsep jembatan ini untuk menyelamatkan jalanan yang sudah seperti benang kusut itu?

 

Sumber: kedaide.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *